skip to main |
skip to sidebar
Terimakasih sudah menyakitiku
Apapun yang tidak mampu menumbangkan
Justeru akan membuatku berdiri semakin tegak
Terimakasih sudah melupakanku
Apapun yang tidak mampu menghapus
Justeru akan membuatku semakin diingat
Terimakasih sudah meninggalkanku
Apapun yang tidak mampu membuat sendirian
Justeru akan membuatku semakin ramai
Terimakasih sudah merendahkanku
Apapun yang tidak mampu membenamkan
Justeru akan membuatku semakin berharga
Wis Tak Kandani
Aku Rapopo
klik disini
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alqur’an dan mengajarkannya.”
(HR Bukhori)
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah,
mereka membaca Alqur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka
ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan
Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya”.
(HR. Muslim)
Syaikh Ibrahim bin Ismail dalam karyanya Ta’lim al Muta’alim halaman
41, sebuah kitab yang mengupas tata krama mencari ilmu berkata,
“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya:
1. menyedikitkan makan,
2.membiasakan melaksanakan ibadah salat malam
3.membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”.
Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan
terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali
membaca Alqur’an”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat,
berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat
Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan,
dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.Penurunan
depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam
penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang
menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini
tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan
elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung,
ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil
uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga
97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi
Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran
terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men
dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.
Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3
pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti
bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan
diperdengarkannya adalah Alqur’an.
Penelitian yang dilakukan
sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan
tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika
mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika
mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi.
Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar
Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut
penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan
ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan
menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan
kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah
dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan
jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat
memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ)
seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ,
bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Islamic News: Hasil riset Universitas Al Azhar
bahwa membaca Al Qur'an dapat meningkatkan kinerja otak &
mempertajam ingatan sampai dengan 80% karena ada 3 aktivitas yang baik
bagi otak yaitu melihat, mendengar & membaca. waktu yang bagus untuk
membaca Al Qur'an adalah setelah shalat terutama shubuh & maghrib.
pada kedua waktu tersebut, otak dalam keadaan refresh karena pergantian
waktu dari terang ke gelap & dari gelap ke terang
Mahabenar
Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah
dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
(Q.S.Al ‘Araf/ 7: 204).
Atau juga, “Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi
penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”
(Q.S.17:82).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram”
(QS. Ar Ra’d/13: 28)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Islam dari segi
Ajaran, Ibadah, Larangan, Perintah, Kitab Suci Al-Qur'an dan yang
lainnya bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para
ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an
Maka apakah mereka tidak
memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi
Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
(QS. 4 An-Nisaa':82)
“Barangsiapa mencari agama selain agama
Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(Qs.3 Ali Imran:85.)
klik disini

Rumput laut merupakan tumbuhan
laut jenis algae atau ganggang multiseluler, yang tidak memiliki akar,
batang, dan daun, dengan bentuk yang beraneka ragam, mulai dari bentuk
bulat, pipih, tabung atau bercabang-cabang.
Rumput laut sudah dikenal mendunia sejak abad ke-16 dan menjadi sumber makanan bagi bangsa Aztec dan Mesoamericans kala itu.
Rumput laut merupakan 100 persen
sumber nutrisi alami yang memiliki beragam manfaat kesehatan bagi siapa
saja yang mengonsumsinya. Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa
didapatkan dengan rajin mengonsumsi rumput laut ini:
Manfaat Rumput Laut Dapat Mencegah Anemia
Penelitian juga membuktikan
bahwa, rumput laut jenis spiriluna juga dapat menstabilkan jumlah
sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, dan hemoglobin. Selain itu,
rumput laut berfungsi mengurangi efek samping terhambatnya produksi
sel-sel penghasil sel darah. Penelitian membuktikan bahwa rumput laut
meningkatkan hematopoiesis, yakni pembentukan sel darah merah. Itu
diyakini karena tingginya kandungan zat besi di dalamnya.
Mengatasi Alergi
Rumput laut juga dapat melawan
reksi alergi dengan cara mencegah pelepasan histamin atau zat yang
menyebabkan gejala alergi seperti hidung tersumbat dan mata berair.
Mencegah Kanker
Penelitian Harvard School of
Public Health di Amerika mengungkap bahwa wanita premenopause di Jepang
berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan
wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu
menambahkan rumput laut di dalam menu makan mereka.
Mempercepat Penyembuhan Luka
Vitamin C dalam rumput laut
mengandung antioksidan seperti vitamin A, juga menjaga kekuatan tulang,
gigi, gusi, kesehatan kulit dan juga membantu untuk penyembuhan luka,
dan memperkuat pembuluh darah.
Mencegah Keropos Tulang
Penelitian mengklaim bahwa
rumput laut mengandung kalsium 5x lebih besar dibandingkan susu. Dengan
kandungan kalsium yang begitu besar, maka rumput laut dapat mencegah
keropos tulang, membantu pertumbuhan tulang dan gigi, menjaga kesehatan
kuku,rambut, dan meningkatkan metabolisme dalam tubuh.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Penelitian menyatakan bahwa
rumput laut ini bisa menjadi stimulan dalam proses penyembuhan kanker
lewat kemampuannya meningkatkan daya tahan tubuh. Rumput laut bekerja
dengan meningkatkan produksi antibodi, cytokines, , dan sel lain yang
meningkatkan imunitas sehingga membantu menyembuhkan infeksi dan
penyakit kronis seperti kanker.
Mengendalikan Berat Badan
Rumput laut adalah makanan bebas
lemak dan kaya akan serat pangan. Seperti kita ketahui bahwa selain
melancarkan pencernaan, serat juga dapat membuat perut kenyang lebih
lama, sehingga Anda bisa terhindar dari pola makan rakus yang bisa
menambah berat badan. Cocok dikonsumsi sebagai camilan bagi Anda yang
sedang berdiet.
Pengganti Garam
Peneliti di Inggris menguji
butiran rumput laut sebagai penambah rasa yang bisa menggantikan garam
dalam makanan ringan dan produk makanan olahan lainnya. Mengurangi
konsumsi garam dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, serangan
jantung hingga stroke.
klik disini
- Mitos: Anak dengan autisme sulit melakukan komunikasi secara verbal.
Fakta: Banyak anak dengan autisme
mampu mengembangkan kemampuan berbahasa yang fungsional. Mereka
mengembangkan beberapa keterampilan berkomunikasi, seperti dengan
menggunakan bahasa isyarat, gambar, komputer, atau peralatan elektronik
lainnya.
- Mitos: Anak dengan autisme tidak dapat menunjukkan afeksi.
Fakta:
Salah satu mitos tentang autisme yang paling menyedihkan adalah
miskonsepsi bahwa anak dengan autisme tidak dapat memberi dan menerima
afeksi dan kasih sayang. Stimulasi sensoris diproses secara berbeda oleh
beberapa anak dengan autisme, menyebabkan mereka memiliki kesulitan
dalam menunjukkan afeksi dalam cara yang konvensional. Memberi dan
menerima kasih sayang dari seorang anak dengan autisme akan membutuhkan
penerimaan untuk menerima dan memberi kasih sayang sesuai dengan konsep
dan cara anak.
- Mitos: Semua anak dengan autisme memiliki kesulitan belajar.
Fakta: Autisme memiliki manifestasi yang berbeda
pada setiap orang. Simtom gangguan ini dapat bervariasi secara
signifikan dan meski beberapa anak memiliki kesulitan belajar yang
berat, beberapa anak lain dapat memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi
dan mampu menyelesaikan materi pembelajaran yang sulit, seperti
persoalan matematika. Contohnya, anak dengan sindrom Asperger biasanya
berhasil di sekolah dan dapat menjadi mandiri ketika ia dewasa.
- Banyak perawatan yang ditawarkan untuk
autisme tetapi tidak ada yang dapat menyembuhkan. Ilmu kedokteran pun
mengakui bahwa sampai saat ini belum ada obat untuk autisme. Tetapi,
tidak berarti bahwa orang dengan autisme tidak dapat membaik karena
banyak juga yang mampu mencapai kemajuan yang bahkan kemajuannya
termasuk radikal. Ketika orang-orang dengan autisme sudah dapat
meningkatkan level keterampilan mereka, ajaibnya mereka masih tetap
autistik. Artinya, mereka masih berpikir masih berperilaku berbbeda dari
orang-orang kebanyakan. Anak-anak dengan autisme dapat menerima
berbagai jenis treatment termasuk treatment biomedis, sensorik,
perilaku, perkembangan atau bahkan treatment berbasis seni. Dan setiap
treatment tersebut akan memberikan hasil yang berbeda-beda. Tidak akan
sama antara satu dengan yang lain.
- Individu dengan autistik mempunyai banyak kekuatan dan kemampuan
yang luar biasa. Sepintas lalu, tampaknya autisme itu tidak ada
bagus-bagusnya, padahal sejatinya hampir semua individu pada spektrum
autime itu mempunyai beragam kelebihan dan kekuatan untuk take over the
world. Orang-orang dengan autisme adalah orang yang paling jujur, tidak
pernah menghakimi, selalu bergairah dalam menekuni pekerjaannya, calon
ideal untuk berbagai jenis karir.
-
- klik disini
KIAI HAJI WAHAB HASBULLAH
adalah seorang tokoh
pergerakan dari pesantren. Ia dilahirkan di Tambakberas-Jombang, tahun
1888. Sebagai seorang santri yang berjiwa aktivis, ia tidak bisa
berhenti beraktivitas, apalagi melihat rakyat Indonesia yang terjajah,
hidup dalam kesengsaraan, lahir dan batin.
Sepulang dari Mekkah 1914, Wahab, tidak hanya mengasuh pesantrennya
di Tambakberas, tetapi juga aktif dalam pergerakan nasional. Ia tidak
tega melihat kondisi bangsanya yang mengalami kemerosotan hidup yang
mendalam, kurang memperoleh pendidikan, mengalami kemiskinan serta
keterbelakanagan yang diakibatkan oleh penindasan dan pengisapan
penjajah.
Melihat kondisi itu, pada tahun 1916 ia mendirikan
organisasi pergerakan yang dinamai Nahdlatul Wathon (kebangkita negeri),
tujuannya untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia.
Untuk memperkuat gerakannya itu, tahun 1918 Wahab mendirikan
Nahdlatut Tujjar (kebangkitan saudagar) sebagai pusat penggalangan dana
bagi perjuangan pengembangan Islam dan kemerdekaan Indonesia. Kiai
Hasyim Asy’ari memimpin organisiasi ini. Sementara Kiai Wahab menjadi
Sekretaris dan bendaharanya. Salah seorang anggotanya adalah Kiai Bisri
Syansuri.
Mencermati perkembangan dunia yang semakin kompleks,
maka pada tahun 1919, Kiai Wahab mendirikan Taswirul Afkar. Di tengah
gencarnya usaha melawan penjajahan itu muncul persoalan baru di dunia
Islam, yaitu terjadinya ekspansi gerakan Wahabi dari Najed, Arab
Pedalaman yang menguasai Hijaz tempat suci Mekah dikuasai tahun 1924 dan
menaklukkan Madinah 1925.
Persoalan menjadi genting ketika
aliran baru itu hanya memberlakukan satu aliran, yakni Wahabi yang
puritan dan ekslusif. Sementara madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan
Hanbali yang selama ini hidup berdampingan di Tanah suci itu, tidak
diperkenankan lagi diajarkan dan diamalkan di tanah Suci. Anehnya,
kelompok modernis Indonesia setuju dengan paham Wahabi.
Lantas,
Kiai Wahab membuat kepanitiaan beranggotakan para ulama pesantren,
dengan nama Komite Hejaz. Komite ini bertujuan untuk mencegah cara
beragama model Wahabi yang tidak toleran dan keras kepala, yang dipimpin
langsung Raja Abdul Aziz.
Untuk mengirimkan delegasi ini
diperlukan organisasi yang kuat dan besar, maka dibentuklah organisai
yanag diberinama Nahdlatul Ulama, 31 Januari 1926. KH Wahab Hasbullah
bersama Syekh Ghonaim al-Misri yang diutus mewakili NU untuk menemui
Raja Abdul Aziz Ibnu Saud.
Usaha ini direspon baik oleh raja Abdul Aziz. Beberapa hal penting
hasil dari Komite Hejaz ini di antaranya adalah, makam Nabi Muhammad dan
situs-itus sejarah Islam tidak jadi dibongkar serta dibolehkannya
praktik madzhab yang beragam, walaupun belum boleh mengajar dan memimpin
di Haramain.
KIAI WAHAB HASBULLAH dengan segala
aktivitasnya adalah untuk menegakkan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang
sudah dirintis oleh walisongo dan para ulama sesudahnya.
Ia
tidak hanya penerus, tetapi memiliki pertalian darah dengan para
penyebar Islam di Tanah Jawa itu. Bahkan Kiai Wahab juga
mengidentifikasi diri sebagai penerus perjuangan pangeran diponegoro.
Karena itu ia selalu memakai sorban yang ia sebut sendiri sebagai sorban
Diponegoro.
Dengan sorban itu, ia makin percaya diri. Dalam
upacara keagamaan sampai dengan acara kenegaraan, Kiai Wahab selalu
melingkarkan sorban tersebut, hingga pundaknya tertutup. Demikian juga
dengan sarung, tidak pernah diganti dengan pantolan.
Ia telah
melampaui segala protokoler kenegaraan yang ada, karena telah memiliki
disiplin dan karakter keulamaan sendiri. Selain itu, ia memang memiliki
ilmu kanuragan yang tinggi sehingga tidak takut menghadapi musuh sesakti
apapun.
Kemenonjolan peran Wahab Hasbullah ini berkat
kematangannya dalam menempa dirinya sebagai seorang ulama pergerakan.
Sifat keulamaannya digembleng di pesaanatren Langitan Tuban, Pesantren
Tawangsari Surabaya.
Kemudian ia melanjutkan lagi ke Pesantren Bangkalan Madura. Di
pesantren asuhan Syaikh Kholil inilah, ia bertemua dengan Kiai Bisri
Syansuri, ulama dari Pati yang kelak menjadi sahabat seperjuangannya,
juga iparnya. Pertemanannya Kiai Wahab dengan Kiai Bisri ini memiliki
pengaruh terhadap perkembangan NU. Selanjutnya, Kiai Wahab ke Pesantren
Mojosari Nganjuk dan menyempatkan diri nyantri di Tebuireng Jombang.
Setelah
merasa cukup bekal dari para ulama di Jawa dan Madura, ia belajar ke
Mekkah untuk belajar pada ulama terkemuka dari dunia Islam, termasuk
para ulama Jawa yang ada di sana seperti Syekh Machfudz Termas dan Syekh
Ahmad Khotib dari tanah Minang. Selain, belajar agama saat di Mekkah
itu, ia juga mempelajari perkembangan politik nasional dan internasional
bersama aktivis dari seluruh dunia.
Selama masa pembentukan NU,
Kiai Wahab selalu tampil di depan. Di manapun muktamar NU
diselenggarakan sejak yang pertama kalinya yaitu di Surabaya, kemudian
hingga ke Bandung, Menes Banten, Banjarmasin, kemudian Palembang hingga
Medan, ia selalu hadir dan memimpin. Sehingga pengalamannya tentang
organiasi ini cukup mendalam. Karena itu, Kiai Wahab selalu cermat dan
tegas dalam mengambil keputusan.
Dalam menghadapi berbagai
kesulitan, terutama dalam hubungannya dengan pemerintah kolonial, ia
selalu mampu mengatasinya. Misalanya, ia harus berhadap dengan para
residen gubernur atau menteri urusan pribumi. Kemampuan lobi dan
diplomasi membuat semua urusan bisa lancar, sehingga NU mampu mengatasi
berbagai macam jebakan dan hambatan kolonial.
Dan, Kiai Wahab juga memiliki keistimewaan, yang tidak banyak ada
pada orang lain, yakni kemampuan melempar humor, khususnya jenis
plesetan, sebagai alat diplomasi.
Suatu hari, ketika Nusantara masih dalam cengkraman Belanda, Kiai Wahab berpidato di hadapan kiai-kiai dan ratusan santri.
“Wahai Saudara-saudaraku kaum pesantren, baik yang sudah sepuh, yang
disebut Kiai, ataupun yang masih muda-muda, yang dikenal dengan sebutan
Santri. Jangan sekali-sekali terbersit, apalagi bercita-cita sebagai Ambtenaar (pegawai Belanda)!” Begitu suara Kiai Wahab berapi-api.
“Mengapa kiai dan santri tidak boleh jadi Ambtenaar?
Jawabannya tiada lain tiada bukan, karena Ambtenaar itu singkatan dari Antum fin Nar. Tidak usah berhujah susah-susah tentang Ambtenaar, artinya ya tadi, ‘kalian di neraka’ tititk,” jelas Kiai Wahab. Para kiai dan santri yang hadir tertawa dan tepuk tangan.
Lain
waktu, semasa penjajahan Jepang, Kiai Wahab menghadapi para kiai yang
belum paham cara berpolitik dengan Jepang. Para kiai itu tidak bersedia
menjadi anggota Jawa Hokokai, semacam perhimpunan rakyat Jawa untuk
mendukung Jepang.
“Para Kiai tidak susah-susah mencari dalil menjadi anggota Jawa Hokokai.
Masuk saja dulu. Tenang saja, di dalam badan tersebut ada Bung Karno.
Beliau tidak mungkin mencelakakan bangsa sendiri,” Kiai Wahab mulai
merayu para kyai.
“Tapi Kiai, apa artinya Jawa Hokokai itu?” Tanya seorang kyai.
“Lho, Sampean belum tahu ya, Jawa Hokokai itu artinya Jawa Haqqu Kiai,” jelas Kiai Wahab singkat.
“Ooo...
Jadi Jawa Hokokai itu artinya Jawa milik para kiai. Ya sudah, mari,
jangan ragu masuk Jawa Hokokai,” ujar kiai tadi merespon.
NAMUN DEMIKIAN,
salahlah kita jika hanya menilai Kiai Wahab sebagai kiai politisi saja.
Salah, karena ia sesungguhnya adalah seorang ulama tauhid dan juga
fiqih yag sangat mendalam dan luas pengetahuannya. Dengan ilmunya itu,
itu dengan mudah mampu menerapkan prinsip-prinsip fiqih dalam kehidupan
modern secara progresif, termasuk dalam bidang fiqih siyasah.
Kitab yang ditulisnya Sendi Aqoid dan Fikih Ahlussunnah Wal Jama'ah,
menunjukkan kedalaman penguasanya di bidang ilmu dasar tersebut. Ini
yang kemudian menjadi dasar bagi perjalanan Ahlusunnah wal jamaah di
lingkungan NU.
Dalam tiap bahtsul masail muktamr NU, ia selalu memberikan pandangannya yang mamapu menerobos berbagai macam jalan buntu (mauquf) yang dihadapi ulama lain.
Kiai Wahab sadar betul mengenai pentingnya pendidikan masyarakat
umum. Karena itu dirintis beberapa majalah dan surat kabar seperti Berita Nahdlatoel Oelama, Oetoesan Nahdlatoel Oelama, Soeara Nahdlatoel Oelama, Duta Masyarakat, dan sebagainya.
Ia sendiri aktif salah seorang penyandang dananya dan sekaligus
sebagai penulisnya. Propaganda di sini juga sangat diperlukan dan media
ini sangat strategis dalam mepropagandakan gerakan NU dan pesantren ke
publik. Gagasan itu semakin memperoleh relevansinya ketika KH Machfudz
Siddiq dan KH Wahd Hasyim turut aktif dalam menggerakkan pengembangan
media massa itu.
Demikian juga dalam menghadapi zaman Jepang yang
sulit, terutama ketika penjajah itu itu pada tahun 1942 menangkapi para
tokoh NU, maka Kiai Wahab dengan segala pikiran dan tenaganya
menghadapi penjajah Jepang. Ia gigih menjadi tim pembebasan, mulai dari
membebaskan KH Hasyim Asyari, KH Mahfud Shiddiq, juga ulama NU lainnya
baik di Jawa Timur hingga ke Jawa Tengah tanpa kenal lelah.
Masa
menjelang kemerdekaan dan dalam mempertahankan kemerdekaan aktif di
medan tempur dengan memimpin organaisasi Barisan Kiai, organisasai yang
secara diam-diam menopang Hisbullah dan Sabilillah.
Sepeninggal KH Hasyim Asy’ari (Ramadan, 1947), kepepimpinan NU Sepenuhnya berada di pundak Kiai Wahab.
Dalam
menghadapi perjanjian dengan Belanda, baik perjanjian Renville,
Linggarjati maupun KMB, yang penuh ketidakadilan itu, Kiai Wahab
memimpin di depan melawan perjanjian itu. Akhirnya semua perjanjian yang
tidak adil itu dibatalkana secara sepihak oleh Indonesia.
Masa
paling menentukan adalah ketika NU mulai dicurangi oleh dalam Masyumi
dengan tidak diberi kewenangan apapun. Usaha perbaikan oleh Kiai Wahab
tidak pernah digubris oleh dewan partai, padahal NU sebagai anggota
Istimewa.
Selain itu hanya diberi jatah menteri Agama, itu pun
kemudian dirampasnya juga. Apalagi Masyumi mulai melakukan tindakan
subversif sepert memberi simpati pada Darul Islam (DI) dan bahkan
melakukan perjanjian gelap dengan Mutuasl Security Act (MSA) yang
menyeret Indoonesia ke Blok Barat Amerika. NU merasa semakin tidak
kerasan di Masyumi.
Ketika Kiai Wahab hendak mendirikan partai
sendiri, tidak semua kalangan NU menyetujuinya, apalagi kalangan Masyumi
menuduh NU berupaya memecah-belah persatuan umat Islam. NU juga diledek
bahwa tidak memiliki banyak ahli politik, ekonomi, ahli hukum dan
sebagainya.
Atas semua itu, dengan enteng Kiai Wahab menjawab:
“Kalau saya mau beli mobil, si penjual tidak akan bertanya apakah
saudara bisa menyupir. Kalau dia bertanya juga, saya akan membuat
pengumuman butuh seorang supir. Saat itu juga, para calon supir akan
segera mengantri di depan rumah saya.”
Ketika kalangan ulama NU
yang lain masih ragu, dengan tegas Kiai Wahab mengatakan, ”Silakan
Sudara tetap di Masyumi, saya akan sendirian mendirikan Partai NU dan
hanya butuh seorang sekretaris. Insya Allah NU akan menjadi partai
besar.
Melihat kesungguhan itu akhirnya, semua kiai, termasuk
Kiai Abdul Wahid Hasyim sangat terharu, sehingga diputuskan untuk
menjadi partai sendiri.
Dalam Pemilu 1955, perkiraan Kiai Wahab
terbukti, NU menjadi partai terbesar ketiga. Dari situ NU mendapat 45
kursi di DPR dan 91 kursi di Konstituante serta memperoleh delapan
kementerian. Berkat kepemimpina Kiai Wahab itu, NU menjadi partai
politik yang sangat berpengaruh.
Dalam mempimpin keseluruhan
drama pilitik nasional, bagi NU, Kiai Wahab adalah pengambil keputusan
yang sangat menentukan. Sebab itu, perintahnya sangat dipatuhi sejak
dari pengurus pusat hingga ke daerah. Bukan Karena otoriter. Tapi karena
memang sangat menguasi kewilayahan dan menguasasi strategi gerakan.
Karena itu pula, para kiai kiai sering kali menyebut tokoh kita ini
“panglima tinggi”.
Tiap hari, Kiai Wahab keliling daerah,
bermusyawarah, menyerap dan memberi informasi, mengarahkan hingga
menyemangati para ulama dari Jawa hingga Sumatera, dari Madura hingga
Kalimantan. Semuanya diongkosi dengan uang sendiri.
Bila ada di
Jombang, tepatnya di Tambakberas, Kiai Wahab tidak pernah absen mengajar
di pesantrennya, memberikan pengajian dari kampung ke kampung, dan
memberikan brifing politik ada para santri senior, para pengurus NU
setempat, hingga memberikan arahan pada pamong desa setempat. Kedekatan
dengan rakyat itu yang mendorong militansi Kiai Wahab dalam menyuarakan
aspirasi rakyat.
Banyak yang meriwayatkan pula bahwa Kiai Wahab juga mempunyai
kecenderungan hidup zuhud. Dari sekian banyak pesantren yang dikunjungi,
tampaknya pengaruh Kiai Zainuddin Mojosari cukup kentara.
Pesantren
Mojosari terdapat di pedalaman Nganjuk Jawa Timur. Kiai Zainuddin,
pengasuh pesantren tersebut, masyhur sebagai sufi agung di tanah Jawa
saat itu. Tradisi sufistik juga membuat pesantren ini menjadi sangat
terbuka. Satu contoh, tiap akhir tahun para santri dibiarkan
menyelenggarakan pentas seni, ludruk. Para santri main sendiri.
Untuk itu, beberapa bulan sebelum acara, para santri dengan rombongan
masing-masing ada yang belajar ludruk ke Jombang, belajar Jatilan ke
Tulungagung, belajar Ketoprak ke Madiun dan belajar wayang ke Solo dan
sebagainya.
Wahab muda adalah salah satu di antara mereka itu. Pendidikan
keagamaan yang di berikan juga sangat terbuka. Para santri dipersilakan
memakai madzhab pemikiran yang disukai, juga diajarkan memecahkan
berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan secara lebih luwes dan
toleran.
Sikap keagamaan Kiai Wahab akhirnya juga tumbuh dengan
terbuka. Ia lebih maju dibanding para ulama yang lain, terutama dalam
menerapkan fiqih, tampak lebih mengutamakan dalil rasional, ketimbang
doktrinal.
Hal itu memungkinkan masa kepemimpinan Kiai Wahab
dalam tubuh NU membuka wawasan yang luas bagi pengembangan pemikiran,
kelembagaan dan ktangkasan dalam berpolitik. Kenyataan ini sangat
bertolak belakang dengan karib dan iparnya yang sekaligus menjadi
wakilnya (Wakil Rais Am), yaitu KH Bisri Syansuri. Kiai Bisri adalah
seorang faqih murni yang ketat dan disiplin, sehingga apapun yang berseberangan dengan prinsip yang dipegangi harus disingkirkan.
Kalau
Kiai Wahab cenderung berpikiran inovasi dan kreasi, sementara Kiai
Bisri berpegangan pada fiqih. Dengan latar belakang semacam itu tidak
heran kalau Kiai Wahab Hasbullah denngan senang hati menerima kehadiran
Lesbumi 1962, apalagi sebelumnya Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari
menyetujui penggunaan alat-alat musik dalam acara-acara NU. Meski
demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi rasa tenggang rasa dan
keduanya tetap saling menghormati.
Karena kharisma dan
kepemimpinannya yang belum tergantikan, muktamar NU 20-25 Desember 1971
di Surabaya, Kiai Wahab terpilih lagi sebagai Rais Aam, meski telah
udzur. Namun, persis empat hari setelah muktamar, Allah memanggil Kiai
Wahab, tepatnya tanggal 29 Desember 1971.
Kewibawaan Kiai Wahab
di hadapan pengurus NU yang lain dan pengabdiannya yang total itu
menyebabkan KH Saifudin Zuhri menjulukinya sebagai “NU dalam praktek”.
Seluruh sikap dan tindakannya termasuk yang kontroversial sekalipun
adalah mencerminkan perilaku NU yang tidak dianggap sebagai
penyimpangan. Karena seluruh sikap dan tindakannya dilandasi iman,
takwa, ilmu, akhlak serta pengabdian yang tulus.
klik disini
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang berada di dalam
pengawasan dan pembinaan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum
Tambakberas Jombang.
MAN Tambakberas menerima peserta didik baru untuk Program Pilihan Peminatan Akademik:
1. Matematika dan Ilmu Alam (MIA):
- Unggulan
- Reguler plus Keterampilan
- Reguler
2. Ilmu-Ilmu Sosial (IIS): Reguler
3. Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya (IIB): Reguler
4. Ilmu-Ilmu Agama (IIA)
Waktu & Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 14 Juni s.d. 30 Juni 2014
Waktu: Pukul 08.00 – 13.00 WIB
Tempat: Kantor Pusat MAN Tambakberas (PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) Jln. Merpati Tambakberas Jombang.
Telp. (0321) 862352, Fax. (0321) 855537, SMS Centre 085770109109
Syarat Pendaftaran
1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Fotokopi ijazah dan SKHUN MTs/SMP yang telah dilegalisasi sebanyak 2 lembar.
3. Menunjukkan Ijazah dan SKHUN asli.
4. Fotokopi NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) sebanyak 2 lembar.
5. Foto hitam-putih 3 x 4 sebanyak 10 lembar
6. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) sebanyak 2 lembar.
7. Fotokopi KTP Orangtua.
8. Fotokopi prestasi akademik (sertifikat/piagam) bagi yang memiliki, masing-masing 2 lembar.
9. Fotokopi Akta Kelahiran.
10. Mengisi Pakta Integritas dan Peminatan.
11. Melampirkan Surat Rekomendasi Peminatan dari BP/BK SMP/MTs.
* Surat Rekomendasi dan Peminatan dapat didownload di sini
Waktu Tes Seleksi
Tes dilaksanakan pada
- 1 Juli 2014, Khusus Program Pemilihan danPeminatan MIA Unggulan
- 2 Juli 2014, Semua Program Peminatan
- 3 Juli 2014, Tes Psikologi Semua Program
Materi Tes
- Kemampuan Agama (Tulis dan Praktik)
- Potentsi Akademik (Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris)
- Wawancara (Khusus Unggulan)
Pada saat tes, peserta wajib membawa pencil 2B (LJK)
Pengumuman hasil tes pada tanggal 9 Juli 2014
Daftar ulang mulai tanggal 9 s.d. 11 Juli 2014